aku dan kampung inggris di HEC 1

Aku dan Kampung Inggris– Hi HEC1ers! Jika episode kemarin berkisah tentang KAMPUNG INGGRIS INSPIRASIKU dan MENGEJAR MIMPI DI KAMPUNG INGGRIS . Sekarang, kamI akan membagikan kisah menarik dari Fahril Muhammad (The best two student di CTC Periode 88 2019) dengan judul AKU DAN KAMPUNG INGGRIS.

Yuk, simak kisahnya!

Guys, kamu membenci pelajaran bahasa Inggris juga? Berarti kita bernasib sama. Tiap guru bahasa Inggris masuk kelas, bawaannya pengen bolos melulu. Penderitaan itu pun berlangsung bertahun-tahun. Dari SD sampai SMA. Celakanya, pas duduk di bangku kuliah, ketemu lagi dengan pelajaran yang teramat sangat membosankan itu.

Bertahun-tahun belajar bahasa Inggris, apa yang telah kalian dapat? Yes no, yes no? BTW? OMG? WYATB? atau yang lagi tren sekarang, FYI?. Dari situ, tak henti-henti saya berusaha untuk menyukai bahasa Inggris. Bahkan, sempat mengikuti program di salah satu lembaga kursus di dekat sekolah saya. yang bayarannya tiap bulan dengan pertemuan tiga kali seminggu.

Hasilnya? Saya sudah berhasil masuk dalam tim lomba mading bahasa Inggris di sekolah saya. Tugasnya? Gunting-gunting kertas guys, bukan berkontribusi untuk konten. Nihil. Tidak di sekolah, tidak di kursusan, belajar bahasa Inggris tetap sangat membosankan. Karenanya, saya akhirnya menobatkan bahasa Inggris sebagai pelajaran yang paling saya benci dalam hidup saya kala itu.

Eits, tetapi itu dulu guys. Sekarang benci jadi cinta. Iyaiyaiya… Saya sangat penasaran dengan Kampung Inggris di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Tempat ini kerap menjadi buah bibir di kampung saya, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Teman-teman yang telah mengunjunginya terbukti sudah pada hebat bahasa Inggrisnya. Padahal, mereka juga mulai dari nol. Sebab, saya tahu kemampuan bahasa Inggris mereka sebelumnya. Yes no yes no juga.

Semangat untuk belajar bahasa Inggris pun kembali memuncak setelah mendengar cerita-cerita manis mereka. Walaupun tidak yakin-yakin amat. But it’s okay. I’ll try again. Saya mengunjungi Kampung Inggris sekitar tiga bulan lalu. Tujuan saya adalah Happy English Course (HEC) 1 yang berlokasi di Jalan Langkat No. 34, Dusun Singgahan, Desa Pelem, Kecematan Pare, Kabupaten Kediri.

Kenapa harus di kampung inggris?

Saya memilihnya atas pertimbangan kredibilitas. Apalagi, HEC 1 merupakan cabang dari Basic English Course (BEC) yang merupakan lembaga kursus pertama di Pare. Selama disini saya berusaha untuk bisa memahami semua materi bahasa inggris yang disuguhkan.

Guys, kalian pernah iri tidak melihat teman-teman di sekolah kalian yang dipercaya untuk mewakili lomba debat bahasa Inggris? Kita boro-boro ikut debat, pas disuruh introduce ourselves saja sudah malu-maluin. Tetapi, debat pakai bahasa Inggris itu ibarat sudah dijadikan hobi di HEC guys. Saking sering dipraktikkan. Senangnya bukan kepalang pas bisa berdebat bahasa Inggris. Jadi bernostalgia nih, hahaha…

Sekarang, saya sudah bisa menyamai kemampuan teman-teman saya sewaktu SMA. So, tidak ada kata terlambat untuk belajar, guys. Tentunya, tidak serta-merta kita bisa langsung berdebat. Semuanya butuh proses. Take it slowly. Tetapi, jika kita memang belajar bersungguh-sungguh, tujuan kita Insyaallah tercapa

5 faktor pendukung

Menurut saya, ada beberapa alasan kenapa mesti memilih Kampung Inggris untuk belajar. Pertama, suasana belajarnya mendukung banget. Lingkungannya sangat asri dan adem ayem. Masih jauh dari polusi. Pokonya, jadi moodbooster banget untuk belajar. Kedua, jarang banget terdengar suara bising. Sebab, kebanyakan para pendatang di Pare masih menggunakan sepeda kayuh. Jadi, kita bisa lebih bisa berkonsentrasi untuk belajar.

Ketiga, jadwal belajarnya padat banget. Jadi, kita memang betul-betul cuma fokus untuk belajar. Ditambah lagi, english area diterapkan selama 1×24 jam tiap hari. Tetapi, kali ini saya bercerita khusus pengalaman di HEC 1. Kita belajar mulai bada salat Subuh sampai pukul 08.00 malam.¬†Bosan? Tidak sema sekali.

Nah, faktor yang kelima betul-betul jadi penentu banget, yaitu para pengajar HEC 1. Mereka seakan punya trik tersendiri supaya kita belajar tidak bosan. Sekarang, saya betul-betul tergila-gila dengan bahasa Inggris. Tiap hari cuma pengen belajar bahasa Inggris melulu. Because English without practice is nothing, guys.

Pengalaman yang paling tak terlupakan adalah saat mengikuti ujian akhir di Candi Borobudur. Kita diminta untuk berbicara dengan para turis. Awalnya sempat ragu. Tetapi malah keasyikan pas speaking sama bule. So, belasan tahun saya belajar bahasa Inggris di sekolah, saya menganggap kesimpulannya itu ada di HEC 1. Tiga bulan belajar di HEC 1 menjadi salah satu investasi terbesar untuk masa depan saya.

Well. Kisah yang sangat bagus sekali. Itu cerita Fahril selama mengikuti program CTC Periode JJA 88 2019. Asyik bukan? So. Nggak ada alasan lagi buat kalian menunda belajar bahasa inggris. Yuk, segera dafar program CTC Periode DJF 90 di HEC 1. Dan nikmati keseruan belajar bahasa inggris yang asyik dan ngangenin. SEMOGA BERMANFAAT DAN TERIMA KASIH

Leave a Comment