bagaimana cara menumbuhkan semangat belajar pada anak di kampung inggris pare kediri

Mengapa anak saya tidak suka belajar? Mungkin pertanyaan ini banyak diungkapkan oleh para orang tua. Jawabannya, mungkin karena kita sering memberikan stimulasi yang salah, sehingga anak merasa bahwa belajar itu adalah hal yang membosankan.

Pada dasarnya, proses hidup yang sedang kita jalani ini adalah proses belajar. Nah, proses belajar inilah yang akhirnya menjadikan kita sebagai seorang pembelajar? Bingung? Sama dong admin. hehe..

Gini, biar lebih mudah untuk memahami kita langsung saja masuk ke contoh.

Menumbuhkan Semangat Belajar Pada Anak – Belajar Dengan Realita

contohnya saat ada balita yang berumur 1 tahun  ingin memasukkan suatu benda ke mulutnya. apa yang akan kita katakan?

“eh.. itu kotor nak, tidak boleh”

Atau kata – kata lainnya yang sejenis yang terkadang dibarengi dengan menarik atau mengambil barang yang akan dimasukkan ke mulut balita tersebut. Sebenarnya perilaku yang demikian ini adalah perilaku dasar pada saat seorang anak belajar.

Pada fase selanjutnya ketika seorang anak sudah mulai bisa berjalan dan mulai ingin lebih tahu banyak mengenai lingkungan sekitarnya. maka yang terjadi adalah semakin banyak larangan-larangan yang dikeluarkan oleh orang tua. Tidak berbeda juga dengan pengasuh.

Jika ditanya tujuannya mungkin mereka (orang tua atau pengasuh) akan membela diri mereka dengan beranggapan bahwa yang mereka lakukan itu bertujuan untuk kebaikan si balita.

Padahal, yang demikian ini justru menghambat keinginan seorang anak untuk belajar atau tahu lebih banyak tentang hal – hal di sekitar mereka. Dan mereka tidak mengetahui bahwa pada saat – saat seperti itu seorang balita sedang mengisi database mereka dengan hal – hal yang baru.

Ketika Anak Mulai Berbicara

Seringnya ketika masuk ke masa anak mulai berbicara, anak cenderung aktif bertanya tentang hal – hal baru yang mereka temui.

“Ini apa? Kenapa?”

Dan seringnya jawaban yang diterima adalah

“Lha tadi sudah Tanya, sekarang tanya lagi”

Kita ambil positifnya saja. Mungkin saat itu mereka (Orang Tua atau Pengasuh) sedang kelelahan sehingga capek dan malas untuk memberikan penjelasan dan memahami bahwa ini adalah masa belajar anak mereka.

Yang sungguh disayangkan adalah ketika saat ada barang baru dirumah dan ketika itu anak mereka ingin memegangnya, maka para orang tua atau  pengasuh akan menjauhkan barang tersebut dari mereka dengan alasan nanti rusak karena masih baru, atau barang tersebut mahal.

Dari beberapa realita diatas dapat di simpulkan bahwa siapa sebenarnya yang membuat anak – anak malas untuk belajar.

Menumbuhkan Semangat Belajar Pada Anak – Sedikit Bercerita Mengenai Seorang Anak Berumur 8 Tahun

Sebut saja namanya Joni. Ketika itu orang tua Joni sedang mengeluhkan mengapa Joni tidak suka belajar dan beberapa kali mendapat peringatan dari gurunya. Dan jika tidak ada perubahan dalam beberapa waktu maka kemungkinan besar Joni akan tinggal kelas.

Sebenarnya ketika dilihat dengan seksama Joni adalah anak yang luar biasa. Ketika ditanya mengenai hobi dan kesuakaannya saat bermain, Joni langsung menjawabnya dengan cepat. Ketika itu Joni menjawab bahwa hobinya adalah sepak bola.

Bakat yang luar biasa anak ini terlihat ketika Joni mampu menyebutkan seluruh pemain inti dan cadangan dari tim kebanggaannya yaitu Barcelona. Tidak hanya menyebutkan nama pemain inti dan cadangan saja, Joni mampu menyebutkan berikut pelatih dan asisten pelatih beserta nomor punggung para pemain  dan juga tanggal ulang tahunnya, daftar pencetak goal dan assist, dan juga point pada klasemen sementara.

Selanjutnya

Comment ( 1 )

Comments are closed.